Seorang Pria Uruguay Dapat Hadia Rp 506 Juta Dari Google

Seorang Pria Uruguay Dapat Hadia Rp 506 Juta Dari Google

Seorang Pria Uruguay Dapat Hadia Rp 506 Juta Dari Google

Seorang Pria Uruguay Dapat Hadia Rp 506 Juta Dari Google. Hadia sebesar Rp 506 juta atau setara dengan US$ 36.337 itu diberikan google untuk pemuda bernama Ezequiel Pereira sebagai hadiah karena erhasil menemukan celah keamanan melalui program bug bounty.

Pereira kini baru berusia 18 tahun. Ia pertama kali mendapatkan komputer pada usia 10 tahun dan mengambil kelas programming saat berusia 11 tahun. Selanjutnya, Pereira belajar coding secara otodidak.

Di tahun 2016 lalu, Google menerbangkan dia ke kantor pusat di California setelah Pereira memenangkan kontes coding.

Hebatnya, celah keamanan yang ditemukan oleh Pereira itu membuat Google sekaligus mengubah sistem internal perusahaan yang selama ini digunakan.

Saya dulu menemukan sesuatu yang dihadiahi US$ 500 dan itu sangat menyenangkan, sehingga saya memutuskan untuk terus mencoba-coba sejak itu,” tuturnya.

Sebenarnya, Pereira menemukan bug awal tahun ini. Dia baru mendapatkan izin untuk mempublikasikan hasil temuannya baru-baru ini, setelah Google berhasil menambal celah yang dimaksud oleh anak mudah tersebut.

Sejauh ini, Pereira sudah menemukan lima bug dan hadiah dari Google-lah yang paling menarik. “Sangatlah menyenangkan, saya senang menemukan suatu hal yang sangat penting,” tuturnya.

Sebelumnya, Pereira sudah menemukan celah pada Juli 2017 yang membuatnya mendapatkan hadiah US$ 10.000 atau setara dengan Rp 140 juta.

Seorang Pria Uruguay Dapat Hadia Rp 506 Juta Dari Google

Uniknya, dari 20 sekolah tempatnya mendaftar, tidak ada satupun yang menerimanya. Makanya, Pereira memutuskan untuk belajar di rumah secara otodidak.

Pereira mengatakan, uang yang didapatkannya akan digunakan untuk membantu orangtua dan ditabung untuk pendidikan selanjutnya. Dia berharap segera mendapatkan kampus di bidang keamanan komputer.

Google memang memiliki program bug bounty yang membebaskan siapapun untuk ikut menjaga keamanan sistemnya. Tujuannya adalah mendorong para peneliti keamanan untuk ikut menguji sistem dengan sejumlah bayaran.

Google menentukan jumlah pembayaran apakah itu bisa memberi akses langsung ke server Google atau klien, tergantung tingkat eksploitasinya nanti.

Kini, Google telah menggelontorkan total USD 2,9 juta untuk 274 peneliti keamanan dengan nilai tertinggi mencapai USD 112.500.

Dari jumlah tersebut, Pereira berada di urutan nomor urut 12 sebagai peneliti keamanan dengan bayaran tertinggi selama program bug bounty Google. Pereira mampu mendapatkan sejumlah email yang menawarkannya pekerjaan untuk bergabung di sebuah perusahaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *